Elseos Jeberani Emanuel Likumahuwa atau lebih dikenal dengan nama Barry Likumahuwa bisa jadi telah menjadi pemain bass negeri ini yang mulai diperhitungkan eksistensinya. Darah seni dari kedua orang tuanya, Benny dan Ria Likumahuwa memberinya akses positif untuk berkarir di dunia musik. Barry pun mendapat banyak kesempatan belajar dari musisi senior dan menjadi player di banyak pertunjukan atau sesi rekaman. Profil pemain bass muda yang ditampilkan jujur apa adanya serta betotan bassnya yang bermain di wilayah funk menjadi senjata untuk mencairkan anggapan jazz musik ekslusif orang tua dan sulit untuk dinikmati.
Wadah idealis pria kelahiran Jakarta, 14 Juni 1983 ini adalah sebuah grup yang ia dirikan pada November 2006 dengan nama Barry Likumahuwa Project. Bersama Nikita Dompas (electric guitar), Dennis Junio (alto saxophone), Doni Joesran (keyboards, piano), Jonas Wang (drums), dan vokalis Matthew Sayersz menampilkan fusion jazz music, sebagai kombinasi dari funk/soul rhythm, harmony dan melody jazz, yang kesemuanya itu di blending dengan rock n’ roll attitude.
Dengan amunisi di album yang berjudul “Goodspell” (Fourth Monkey 2008) itu, membuat langkah BLP ringan diterima di festival jazz, acara komunitas sampai pensi-pensi sekolah. Kiprah internasional BLP antara lain adalah ketika mereka tampil di Taichung International Jazz Festival Keenam di Taichung, Taiwan. Saat ini BLP sedang mempersiapkan album ke dua mereka.